PENDEKATAN HERMENEUTIKA FENOMENOLOGI DALAM MEMAHAMI AYAT-AYAT JILBAB
STUDI KOMPARATIF ANTARA TAFSIR TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL
Keywords:
hermeneutika fenomenologi, ayat jilbab, tafsir tekstual, tafsir kontekstual, pengalaman hidupAbstract
Artikel ini mengkaji pendekatan hermeneutika fenomenologi sebagai metode alternatif dalam memahami ayat-ayat jilbab (QS. Al-Ahzab [33]: 59 dan An-Nur [24]: 31) melalui studi komparatif antara tafsir tekstual dan kontekstual. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dan analisis filosofis-hermeneutis, penelitian ini menganalisis perbedaan epistemologis, metodologis, dan implikasi praktis dari ketiga pendekatan tersebut dalam menafsirkan kewajiban berjilbab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tafsir tekstual cenderung menekankan literalitas teks dengan interpretasi normatif-universal; (2) tafsir kontekstual memprioritaskan analisis historis-sosiologis dengan interpretasi yang lebih fleksibel; dan (3) hermeneutika fenomenologi menawarkan sintesis dengan menempatkan pengalaman hidup (lived experience) perempuan Muslim sebagai horizon pemahaman yang legitimate (Durokhman & Iman, 2024; Fadli, 2023). Artikel ini berargumen bahwa pendekatan fenomenologis tidak hanya memperkaya khazanah hermeneutika Al-Qur'an, tetapi juga membuka ruang dialogis antara otoritas teks, konteks sosial, dan subjektivitas beriman tanpa mengorbankan salah satu dimensi tersebut. Implikasi penelitian ini penting bagi pengembangan tafsir yang responsif gender, pendidikan Islam yang inklusif, dan kebijakan keagamaan yang sensitif terhadap keragaman pengalaman Muslimah.