RELEVANSI PENAFSIRAN AYAT-AYAT EKOLOGI DALAM MENGHADAPI KRISIS IKLIM
ANALISIS TAFSIR MAQASHIDI
Keywords:
Tafsir Maqashidi, ayat ekologi, krisis iklim, maqāṣid al-sharī'ah, etika lingkungan IslamAbstract
Artikel jurnal ini mengkaji relevansi penafsiran ayat-ayat ekologi dalam Al-Qur'an sebagai respons teologis-etis terhadap krisis iklim kontemporer melalui pendekatan Tafsir Maqashidi. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan lingkungan melalui teknik identifikasi tematik dan kategorisasi berdasarkan maqāṣid al-sharī'ah seperti ḥifẓ al-nafs (pemeliharaan jiwa), ḥifẓ al-bī'ah (pemeliharaan lingkungan), dan ḥifẓ al-nasl (pemeliharaan keturunan). Fokus kajian diarahkan pada larangan kerusakan lingkungan (fasād) dan korelasinya dengan krisis ekologis global seperti perubahan iklim, deforestasi, dan degradasi ekosistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir Maqashidi mampu memberikan interpretasi yang relevan dan aplikatif terhadap ayat-ayat ekologis, serta mendukung integrasi nilai-nilai Qur'ani dengan prinsip keberlanjutan modern (Cholidi & Masuwd, 2025; Mustaqim, 2019). Pendekatan ini menegaskan bahwa tujuan syariat (maqāṣid) tidak hanya bersifat antroposentris, tetapi juga teo-ekosentris, sehingga menempatkan manusia sebagai khalīfah yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan alam (Ibn 'Āshūr, 2001; Auda, 2008). Implikasi penelitian ini penting bagi pengembangan etika lingkungan Islam, pendidikan ekologi berbasis pesantren, dan kebijakan publik yang berorientasi pada keadilan iklim.